Selasa, 25 Juli 2017
Ray sangat menyukai novel misteri, cerita detektif dan segala hal yang berbau ‘mengungkap sesuatu yang tersembunyi.’ Jadi… jangan salahkan siapa-siapa kalau sekarang ia masuk penjara.
“Bang*at!” Ray mematikan televisi dan membanting remotenya ke atas sofa.
“Napa loe, Ray, marah-marah sendiri?”
Fery, teman satu kost Ray yang melintas di belakangnya, keheranan. Pemuda itu membawa sepasang cangkir kopi yang masih ngebul. Ia meletakan kedua cngkir kopi itu di atas meja dan mendudukkan dirinya di atas sofa.
“Anj*it! Mereka udah makin keterlaluan aja!” maki Ray, nggak jelas.
“Loe ngomongin siapa sih?”
“Fer, elo tahu nggak dunia pertelevisian kita itu diisi oleh apa?”
Mendengar pertanyaan Ray, Fery tampak berpikir. Ia pun menjawab, “Acara-acara dong, berita, reality show, sinetron, iklan dan lainnya. Memang kenapa sih?”
“Nggak! Ada tiga hal utama yang mengisi dunia pertelevisian kita, yaitu sinetron, berita dan infotaiment. Acara sam*ah doang!”
“Samp*h loe bilang? Mereka tuh hanya cari duit. Menjijikan memang, tapi harap maklum beginilah keadaan broadcasting world kita sekarang,” jawab Fery, menghela nafas.
“Itu, itu maksud gue! Kenapa broadcasting world kita sekarang seperti ini… dulu? Ya, okelah… semasa orde baru memang
... baca selengkapnya di ActFor (Anti Conspiration Force) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Di Palestina, Wanita berlomba melahirkan generasi mujahid. Mereka bangga, dari rahimnya lahir pejuang-pejuang yang mati syahid...
Di Palestina, Wanita tak kenal Mall dan tempat wisata. Bagi mereka, mall-nya adalah medan jihad, dan tujuan wisatanya akhirat...
Di Palestina, wanita didik anaknya menapaki tangga jihad terbaik. Ia tak sempat membawa anaknya bermain mobil-mobilan...
Di Palestina, Kaum wanita tidak lagi memikirkan kesibukan duniawi, Ia hanya memikirkan kontribusi apa yang bisa disumbangkan untuk Al-Aqsha...
Di Palestina, Wanita tidak meminta perhiasan duniawi. Karena mereka yakin, mereka sendiri adalah perhiasan dunia dan akhirat...
Di Palestina, Wanita tak pernah sibuk memikirkan bedak dan cream apa yang dapat memutihkan wajah. Mereka yakin, wajah mereka bersinar dengan cahaya surgawi...
WANITA PALESTINA ENGKAU ADALAH BIDADARI SURGA !!!
اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَائَكَ أَعْدَاءَ الدِّينَ وَجْمَعْ كَلِمَةَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى الْحَقِّ يَا رَبَّ الْعَلَمِينَ
Ya Allah, muliakanlah Islam dan Kaum Muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, hancurkanlah musuh-Mu musuh agama, himpunkanlah kalimat kaum muslimin di atas kebenaran, wahai Rabb semesta alam.
اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنْصَارِ
Ya Allah, satukanlah hati-hati antar kami sebagaimana Engkau satukan antara kaum Muhajirin dan Anshar.
اَللَّهُمَّ افْتَحْ جِهَادًا فِى بِلاَدِنَا وَفِى كُلِّ مَكَانٍ
Ya Allah, menangkanlah jihad di negeri kami dan di segala penjuru muka bumi.
Aamiin..
Sutedjo Bin Salkas, [25.07.17 07:54]
Oleh: Felix Siauw Official:
Kadang bukan tentang yang lebih cepat, bukan juga tentang yang lebih hebat, tapu tentang siapa yang bertahan lebih lama. Selamat datang dalam maraton dakwah
Ashabul Kahfi tak punya senjata untuk melawan, juga kalah dalam jumlah, apalagi dalam hal harta dan kekuasaan, tapi dalam maraton dakwah itu, mereka punya Allah
Sebab keimanan mereka, dan lantangnya mereka diatas kebenaran, Allah tidurkan mereka ratusan tahun lamanya, Allah simpan mereka hingga kedzaliman habis nafasnya
Dalam maraton dakwah, kita berujar terus-menerus pada diri kita sendiri, "Mari, bertahan sehari lagi diatas jalan dakwah". Berdoa agar dapat mengemban dakwah sehari lagi
Yakinlah, mereka yang menghadang dakwah juga punya rasa lelah, bosan, futur, dan punya keterbatasan, bahkan yang mereka rasa bisa jadi lebih buruk dari kita
Sebab kita berdakwah karena cinta, ia alamiahnya siapapun yang menghamba pada Allah, ini dunia kita. Ibarat ikan yang berenang di air, dakwah ini menghidupkan ruh kita
Tapi bagi mereka yang menghadang dakwah, mereka bekerja keras membohongi hati nurani, membelakangi kebenaran, menutup telinga dan mata dari kebaikan
Taat itu melelahkan, namun ada kenikmatan setelahnya. Maksiat itu bisa jadi nikmat, namun pelakunya pasti terganggu jiwanya. Sebab maksiat itu pasti mengkhawatirkan
Dakwah di tengah penguasa dzalim itu urusan siapa yang bisa bertahan lebih lama, kemaksiatan atau ketaatan. Bedanya kita punya Allah sementara mereka punya fatamorgana
Ayo, kuatkan kaki-kaki, tatap dan ingat tujuan kita, yakinkan sebab Allah kita bergerak, siapkan yang terbaik di jalan dakwah. Dan tanamkan pada jiwamu, bertahan "satu hari lagi di jalan dakwah"
On pic: @YukNgajiID di Kota Banjar
Kadang bukan tentang yang lebih cepat, bukan juga tentang yang lebih hebat, tapu tentang siapa yang bertahan lebih lama. Selamat datang dalam maraton dakwah
Ashabul Kahfi tak punya senjata untuk melawan, juga kalah dalam jumlah, apalagi dalam hal harta dan kekuasaan, tapi dalam maraton dakwah itu, mereka punya Allah
Sebab keimanan mereka, dan lantangnya mereka diatas kebenaran, Allah tidurkan mereka ratusan tahun lamanya, Allah simpan mereka hingga kedzaliman habis nafasnya
Dalam maraton dakwah, kita berujar terus-menerus pada diri kita sendiri, "Mari, bertahan sehari lagi diatas jalan dakwah". Berdoa agar dapat mengemban dakwah sehari lagi
Yakinlah, mereka yang menghadang dakwah juga punya rasa lelah, bosan, futur, dan punya keterbatasan, bahkan yang mereka rasa bisa jadi lebih buruk dari kita
Sebab kita berdakwah karena cinta, ia alamiahnya siapapun yang menghamba pada Allah, ini dunia kita. Ibarat ikan yang berenang di air, dakwah ini menghidupkan ruh kita
Tapi bagi mereka yang menghadang dakwah, mereka bekerja keras membohongi hati nurani, membelakangi kebenaran, menutup telinga dan mata dari kebaikan
Taat itu melelahkan, namun ada kenikmatan setelahnya. Maksiat itu bisa jadi nikmat, namun pelakunya pasti terganggu jiwanya. Sebab maksiat itu pasti mengkhawatirkan
Dakwah di tengah penguasa dzalim itu urusan siapa yang bisa bertahan lebih lama, kemaksiatan atau ketaatan. Bedanya kita punya Allah sementara mereka punya fatamorgana
Ayo, kuatkan kaki-kaki, tatap dan ingat tujuan kita, yakinkan sebab Allah kita bergerak, siapkan yang terbaik di jalan dakwah. Dan tanamkan pada jiwamu, bertahan "satu hari lagi di jalan dakwah"
On pic: @YukNgajiID di Kota Banjar
Senin, 24 Juli 2017
Menu Sihat Dengan Tomato
Khasiat Tomato
Tomato sejenis buah yang berwarna merah dan boleh dimakan mentah. Namun tidak semua orang menggemarinya. Tahukan anda buah tomato ini mengandungi pelbagai khasiat tersendir, termasuk membantu mencegah penyakit berbahaya?
Tomato atau nama saintifiknya Lycopersicon esculentum. Sama ada ianya dimakan begitu sahaja atau digandingkan dalam pelbagai jenis masakan. Hidangan Mediterranean dan Asia Barat menjadikan tomato sebagai bahan asas yang paling kerap digunakan.
Tomato juga kaya dengan zat besi, serat serta vitamin A dan C yang diperlukan untuk mengekalkan kecergasan badan kita. Ia juga mengandungi fruktosa, glukosa, asid folik, potassium, kalsium dan mineral garam. Selain mempunyai kebaikan antioksidan, makanan yang mengandungi kandungan likopena dalam buah tomato ini juga boleh mengurangkan risiko penyakit jantung, dan juga penyakit yang mengerikan seperti kanser. Ianya sesuai untuk semua jenis kanser.
Warna merah itu ialah disebabkan likopena, iaitu karotenoid atau sebatian semulajadi yang memberikan warna merah kepada tomato dan pelbagai khasiat antioksidan secara semulajadi yang baik untuk kesihatan badan. Hasil dari kajian pakar penyelidikan di Amerika Syarikat juga telah mengesahkan bahawa kandungan likopena begitu tinggi dalam pes tomato, sos tomato dan juga jus tomato.
Khasiat tomato juga berkait rapat dengan kecantikan kulit. Sayuran ini dikatakan berkesan untuk mengecilkan liang roma, mengurangkan masalah jerawat dan ia juga boleh merawat penyakit kulit. Ia juga mengandungi elemen penyejuk yang mampu menyejukkan kulit yang kasar, astringen untuk menghapuskan minyak berlebihan, dan vitamin A dan C untuk mencerahkan kulit kusam dan mengembalikan keremajaan kulit.
Anda boleh cuba petua dan cara-cara penjagaan kulit menggunakan tomato:
1. Mencerahkan Kulit.
Mampu untuk membuat kulit nammpak segar kemerahan dan berseri terutamanya dibahagian muka. Menghilangkan raut kulit yang pudar.
2. Kulit Muka Berminyak.
Gosokkan tomato masak yang telah dipotong ke atas kulit muka selama beberapa minit. Biarkan jus tomato itu dikulit muka selama 15 minit. Bersihkan dengan air sejuk sahaja. Amalkan 2 kali sehari sahaja. Kulit muka berminyak tiada lagi.
3. Jangkitan Pada Kulit Muka.
Gatal dan kemerahan di kulit muka. Kaedahnya sama sahaja. Potong buah tomato dan gosok dengan lembut secara bulatan di muka. Jus tomato mempunyai unsur asid yang mampu menyeimbangkan pH kulit.
4. Menutup Pori-Pori Kulit.
Gosokkan jus tomato ke seluruh kulit muka sebelum tidur, biarkan semalaman. Cuci lah keesokan paginya. Amalkan sebegitu.
5. Merawat jerawatHancurkan tomato segar dan sapu rata bahan tersebut pada kulit muka yang berjerawat. Biarkan sejam atau lebih sebelum dibilas dan dikeringkan. Buat setiap hari sehingga jerawat hilang..
6. Menghilangkan Bintik Hitam.
7. Pulihkan Hitam Panahan Matahari
8. Tegangkan Kulit
9. Menyejukkan kulit yang rosak.
Kisar sebiji tomato dan campurkan dua sudu yogurt. Sapu bahan tersebut pada kulit muka dan biarkan selama 20 minit. Bilas dengan air suam.Gabungan tomato dan yogurt mampu menyenjukkan kulit dan mengurangkan kesan kesakitan termasuk akibat sinaran matahari dan kerengsaan kulit. Ini kerana yogurt merangsang protein pada kulit dan menjadikannya lembut manakala tomato menyejuk dan meneutralkan permukaan kulit.
10. Mengecilkan liang roma
Campurkan satu sudu jus tomato segar dengan dua hingga empat titik jus limau. Sapukan bahan tersebut menggunakan kapas pada kulit wajah dan urut perlahan-lahan. Biarkan selama 15 minit. Bilas dengan air suam untuk mengecilkan lagi liang roma, selepas itu sapukan pelembap muka.
11. Membersihkan kulit muka
Topeng muka menggunakan campuran tomato dan avokado amat sesuai untuk kulit kombinasi (berminyak, biasa dan kering) kerana ia menggabungkan astringen dan antiseptik yang boleh mengurangkan kandungan minyak serta noda hitam pada kulit.Topeng penyegar muka ini kaya dengan vitamin A, C dan E - kesemuanya penting untuk kulit yang sihat. Untuk membuat topeng muka ini, hancurkan tomato dan avokado dalam mangkuk dan sapukan pada muka, bilas selepas 20 ke 30 minit.
Boleh juga sapukan campurkan jus tomato segar dengan jus timun pada kulit muka untuk mengawal minyak and jerawat.
12. Menyejukkan kulit yang rosak
Kisar sebiji tomato dan campurkan dua sudu yogurt. Sapu bahan tersebut pada kulit muka dan biarkan selama 20 minit. Bilas dengan air suam.
Gabungan tomato dan yogurt mampu menyejukkan kulit dan mengurangkan kesan kesakitan termasuk akibat selaran matahari dan kerengsaan kulit.
Ini kerana yogurt merangsang protein pada kulit dan menjadikannya lembut manakala tomato menyejuk dan meneutralkan permukaan kulit
Kenapa anda perlu mengambil buah-buahan yang kaya dengan anti-oksida?berikut ialah fungsi dan kelebihan anti-oksida untuk tubuh badan kita:-
v Membantu memulihkan kesihatan sel dan tisu badan.
v Melancarkan perjalanan darah.
v Menghalang pembengkakan dan keradangan.
v Bertindak sebagai bahan anti bakteria, anti virus, anti kanser dan pelindungan kepada alahan.
v Membantu meningkatkan kekuatan dan keanjalan salur darah.
Sumber petikan daripada : http://infokanserpayudara.blogspot.com
Sutedjo Bin Salkas, [24.07.17 06:37]
Dr. Arief Munandar, ME adalah Doktor Sosiologi Politik dan Organisasi dari Universitas Indonesia. Lulus dengan predikat cum laude pada tahun 2011 dengan riset seputar dinamika internal partai politik Indonesia pasca reformasi. Saat ini ia menekuni pengembangan SDM, khususnya _leadership soft-competencies. Di samping menjadi eksekutif dan konsultan senior di sebuah perusahaan konsultan nasional, ia juga menggagas dan membina Shafa Community dan Rumah Peradaban.Salah satu kesalahan umat Islam sejak dulu adalah polos, buta politik, bahkan alergi dan menarik diri dari politik.
Ini adalah warisan konstruksi berpikir kolonial, disetting:
- politik itu urusan orang kulit putih,
- bisnis itu urusan etnis Cina, sedangkan
- pribumi ya jadi petani, pegawai, atau buruh.
Padahal kebijakan yang mengatur arah kehidupan berbangsa dan bernegara ditentukan melalui mekanisme politik. Coba lihat betapa dahsyatnya permainan politik dan dampaknya. Dampak tersebut menjadi berkali lipat lebih luar biasa karena politik pasti berjalin-berkelindan dengan media.
Seorang Jokowi dalam waktu sangat singkat bisa naik dari *Walikota* Solo, jadi *Gubernur DKI*, lalu jadi *Presiden*. Hampir tidak ada yang mempersoalkan bahwa beliau *tidak pernah* menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota dan Gubernur dengan baik.
Paralel dengan itu, seorang Ahok bisa melesat dari *Bupati* Belitung Timur menjadi *Wagub DKI*, dan kemudian jadi *Gubernur* di Ibu Kota Negara.
Banyak umat Islam dengan polos melihat *dua fenomena di atas sebagai kebetulan*. Padahal orang yang belajar politik sedikit saja pasti paham, *tidak ada kebetulan dalam politik*. Selalu ada agenda, *strategi dan skenario di balik setiap peristiwa*. Selalu ada _master mind_ di belakang itu semua. Bahkan selalu ada *penyandang dana* yang berkepentingan memastikan bahwa dampak peristiwa poltik tersebut memberikan _benefit_ yang lebih besar ketimbang _cost_ yang dikeluarkan.
Sama naifnya kalau kita menganggap bahwa kebetulan Ade Komarudin menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi sebagai Ketua DPR RI. Lalu Setya Novanto, yang saat berkunjung ke AS hadir di kampanye Donald Trump, malah terpilih jadi Ketum Golkar. Apa mungkin Setya Novanto bisa jadi pucuk pimpinan Partai Beringin tanpa campur tangan Ical? Oh ya, jangan lupa, Donald Trump adalah kandidat Presiden AS yang terkenal *sangat anti Islam*. Salah satu gagasan dalam kampanyenya adalah *melarang masuknya muslim ke negara Paman Sam*.
Cerita tidak berhenti di situ. Tak lama setelah Setya Novanto jadi bos Golkar, partai warisan Orba ini langsung menyatakan dukungan kepada Ahok untuk kembali menjadi DKI Satu, menyusul Nasdem dan Hanura yang sudah lebih dahulu menyorongkan dukungan.
Kelanjutannya kita semua sudah mahfum. Tindakan Ahok menggusur ribuan warga marjinal di Jakarta *tidak pernah disorot media*. Demikian pula dugaan korupsi dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras *tidak 'dikuliti' dengan antusias oleh para jurnalis*.
Sebaliknya, kasus kecil razia Satpol PP terhadap seorang pedagang di Serang yang membuka warung di siang hari bulan Ramadhan diblow-up media dengan gegap gempita, dengan _angle_ yang *menyudutkan umat Islam*. Padahal Satpol PP hanya menegakkan Perda yang sudah bertahun-tahun berlaku di Serang, sebuah wilayah dengan 95% warga muslim. Kacaunya, Presiden dengan sangat patriotik menyumbang 10 juta untuk si pedagang. Bahkan para netizen menggalang dana hingga 130 juta sebagai wujud simpati.
Mengapa misalnya Jokowi tidak menyumbang dan para netizen tidak menggalang dana simpati yang sedemikian signifikan untuk para korban penggusuran Ahok? Apakah karena para warga marjinal itu melanggar Perda mengenai tata ruang sebagaimana selama ini didalihkan Ahok? Kalau begitu sama saja _bro_! Pedagang di Serang itu dirazia Satpol PP karena melanggar Perda yang mengatur jam buka gerai makanan selama Ramadhan.
Coba tengok bagaimana gegap gempitanya pemberitaan bahwa KPK menyatakan kasus RS Sumber Waras *bebas* dari korupsi, padahal BPK sebelumnya nyata-nyata mengindikasikan *kerugian negara* ratusan milyar dalam kasus ini. Sebaliknya, rentetan penggusuran yang dilakukan Ahok *sepi-sepi saja di media*. Kok bisa? Kebetulan? Pastinya tidak. Silakan lihat *siapa BOS BESAR di balik media-media kita*. Jadi kalau kita melihat banyak Perda *bernuansa syariah dilucuti oleh rejim Jokowi*, itu _mah_ lumrah. Justru aneh kalau tidak begitu. Mungkin masih banyak yang belum _ngeh_ bahwa *partainya Pak Jokowi ngotot mengubah isi UU Perkawinan tahun 1974 yang tidak merestui perkawinan beda agama*.
Partai tersebut juga berupaya menghilang ketentuan dalam UU Pendidikan Nasional yang mengharuskan sekolah menyediakan *guru agama yang seagama dengan anak didiknya*. Bahkan partai yang sama berada di barisan terdepan *penentang UU Anti Pornografi*.
Satu lagi. Di samping polos dan kurang melek politik, sebagian umat ini juga *kurang tajam logikanya*, sehingga mudah dijebak oleh kerancuan berpikir yang dihembuskan para politisi. Misalnya, Ahok kerap mengatakan, pilih mana antara pemimpin muslim tapi korup, atau pemimpin kafir tapi tidak korup. _Duh_, itu _fallacy of comparison_ namanya. *Kita dipaksa memilih dua pilihan yang keduanya salah*. Kita dibutakan sedemian rupa seolah tidak ada pilihan yang lain. Padahal, belum tentu saat ini pemimpin kafir yang tidak korup itu benar-benar ada. Padahal, belum tentu pemimpin kafir yang bicara begitu - _which is_ Ahok sendiri - benar-benar tidak korup. Padahal, banyak pemimpin muslim yang tidak korup.
*Jadi masih tetap mau polos dan apolitis? (anti politik)*
Yuk kita belajar melek politik, semoga Allah lindungi indonesia dr org2 yg dzolim
DR. ARIEF MUNANDAR, ME: WAKTUNYA SUDAH HABIS, AHOK TAK LAYAK PIMPIN JAKARTA | https://www.youtube.com/watch?v=gNv0-gCTch4 (Sutedjo Bin Salkas, [21.07.17 21:15])
Ini adalah warisan konstruksi berpikir kolonial, disetting:
- politik itu urusan orang kulit putih,
- bisnis itu urusan etnis Cina, sedangkan
- pribumi ya jadi petani, pegawai, atau buruh.
Padahal kebijakan yang mengatur arah kehidupan berbangsa dan bernegara ditentukan melalui mekanisme politik. Coba lihat betapa dahsyatnya permainan politik dan dampaknya. Dampak tersebut menjadi berkali lipat lebih luar biasa karena politik pasti berjalin-berkelindan dengan media.
Seorang Jokowi dalam waktu sangat singkat bisa naik dari *Walikota* Solo, jadi *Gubernur DKI*, lalu jadi *Presiden*. Hampir tidak ada yang mempersoalkan bahwa beliau *tidak pernah* menyelesaikan masa jabatannya sebagai Walikota dan Gubernur dengan baik.
Paralel dengan itu, seorang Ahok bisa melesat dari *Bupati* Belitung Timur menjadi *Wagub DKI*, dan kemudian jadi *Gubernur* di Ibu Kota Negara.
Banyak umat Islam dengan polos melihat *dua fenomena di atas sebagai kebetulan*. Padahal orang yang belajar politik sedikit saja pasti paham, *tidak ada kebetulan dalam politik*. Selalu ada agenda, *strategi dan skenario di balik setiap peristiwa*. Selalu ada _master mind_ di belakang itu semua. Bahkan selalu ada *penyandang dana* yang berkepentingan memastikan bahwa dampak peristiwa poltik tersebut memberikan _benefit_ yang lebih besar ketimbang _cost_ yang dikeluarkan.
Sama naifnya kalau kita menganggap bahwa kebetulan Ade Komarudin menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus korupsi sebagai Ketua DPR RI. Lalu Setya Novanto, yang saat berkunjung ke AS hadir di kampanye Donald Trump, malah terpilih jadi Ketum Golkar. Apa mungkin Setya Novanto bisa jadi pucuk pimpinan Partai Beringin tanpa campur tangan Ical? Oh ya, jangan lupa, Donald Trump adalah kandidat Presiden AS yang terkenal *sangat anti Islam*. Salah satu gagasan dalam kampanyenya adalah *melarang masuknya muslim ke negara Paman Sam*.
Cerita tidak berhenti di situ. Tak lama setelah Setya Novanto jadi bos Golkar, partai warisan Orba ini langsung menyatakan dukungan kepada Ahok untuk kembali menjadi DKI Satu, menyusul Nasdem dan Hanura yang sudah lebih dahulu menyorongkan dukungan.
Kelanjutannya kita semua sudah mahfum. Tindakan Ahok menggusur ribuan warga marjinal di Jakarta *tidak pernah disorot media*. Demikian pula dugaan korupsi dalam kasus pembelian lahan RS Sumber Waras *tidak 'dikuliti' dengan antusias oleh para jurnalis*.
Sebaliknya, kasus kecil razia Satpol PP terhadap seorang pedagang di Serang yang membuka warung di siang hari bulan Ramadhan diblow-up media dengan gegap gempita, dengan _angle_ yang *menyudutkan umat Islam*. Padahal Satpol PP hanya menegakkan Perda yang sudah bertahun-tahun berlaku di Serang, sebuah wilayah dengan 95% warga muslim. Kacaunya, Presiden dengan sangat patriotik menyumbang 10 juta untuk si pedagang. Bahkan para netizen menggalang dana hingga 130 juta sebagai wujud simpati.
Mengapa misalnya Jokowi tidak menyumbang dan para netizen tidak menggalang dana simpati yang sedemikian signifikan untuk para korban penggusuran Ahok? Apakah karena para warga marjinal itu melanggar Perda mengenai tata ruang sebagaimana selama ini didalihkan Ahok? Kalau begitu sama saja _bro_! Pedagang di Serang itu dirazia Satpol PP karena melanggar Perda yang mengatur jam buka gerai makanan selama Ramadhan.
Coba tengok bagaimana gegap gempitanya pemberitaan bahwa KPK menyatakan kasus RS Sumber Waras *bebas* dari korupsi, padahal BPK sebelumnya nyata-nyata mengindikasikan *kerugian negara* ratusan milyar dalam kasus ini. Sebaliknya, rentetan penggusuran yang dilakukan Ahok *sepi-sepi saja di media*. Kok bisa? Kebetulan? Pastinya tidak. Silakan lihat *siapa BOS BESAR di balik media-media kita*. Jadi kalau kita melihat banyak Perda *bernuansa syariah dilucuti oleh rejim Jokowi*, itu _mah_ lumrah. Justru aneh kalau tidak begitu. Mungkin masih banyak yang belum _ngeh_ bahwa *partainya Pak Jokowi ngotot mengubah isi UU Perkawinan tahun 1974 yang tidak merestui perkawinan beda agama*.
Partai tersebut juga berupaya menghilang ketentuan dalam UU Pendidikan Nasional yang mengharuskan sekolah menyediakan *guru agama yang seagama dengan anak didiknya*. Bahkan partai yang sama berada di barisan terdepan *penentang UU Anti Pornografi*.
Satu lagi. Di samping polos dan kurang melek politik, sebagian umat ini juga *kurang tajam logikanya*, sehingga mudah dijebak oleh kerancuan berpikir yang dihembuskan para politisi. Misalnya, Ahok kerap mengatakan, pilih mana antara pemimpin muslim tapi korup, atau pemimpin kafir tapi tidak korup. _Duh_, itu _fallacy of comparison_ namanya. *Kita dipaksa memilih dua pilihan yang keduanya salah*. Kita dibutakan sedemian rupa seolah tidak ada pilihan yang lain. Padahal, belum tentu saat ini pemimpin kafir yang tidak korup itu benar-benar ada. Padahal, belum tentu pemimpin kafir yang bicara begitu - _which is_ Ahok sendiri - benar-benar tidak korup. Padahal, banyak pemimpin muslim yang tidak korup.
*Jadi masih tetap mau polos dan apolitis? (anti politik)*
Yuk kita belajar melek politik, semoga Allah lindungi indonesia dr org2 yg dzolim
DR. ARIEF MUNANDAR, ME: WAKTUNYA SUDAH HABIS, AHOK TAK LAYAK PIMPIN JAKARTA | https://www.youtube.com/watch?v=gNv0-gCTch4 (Sutedjo Bin Salkas, [21.07.17 21:15])
Kamis, 20 Juli 2017
dikutip dari kiriman Nasrullah Idris di WhatsApp "Japri"
Abdul Sattar Edhi: "Bunda Teresa Islam"
Jika umat Kristen mempunyai Bunda Teresa, maka umat Islam memiliki Abdul Sattar Edhi. Keduanya sama-sama bak malaikat berhati mulia. Keduanya sama-sama menjadi tokoh humanis sejati yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membantu umat manusia yang membutuhkan uluran tangan. Jiwa kemanusiaan kedua tokoh ini melampaui batas-batas etnis dan agama. Orang-orang memanggilnya sebagai "manusia miskin terkaya".
Lahir di India, kelak, pada tahun 1947, ia pindah ke Pakistan seiring pendirian negara baru ini sebagai pecahan India. Tidak jelas kapan ia dilahirkan. Tetapi banyak sumber menyebutnya antara 1926-1928. Karena tidak jelas kapan ia lahir itulah, maka seumur hidupnya ia tak pernah merayakan ulang tahun.
Pak Abdul Sattar Edhi terlahir dari keluarga sangat miskin. Tetapi itu tidak menghalanginya untuk berbuat baik dengan sesama. Awal karirnya setelah kepindahannya ke Karachi, Pakistan, ia bekerja sebagai seorang buruh pasar. Pada waktu ia bekerja di pasar itulah, ia menyaksikan banyak pengemis dan tuna wisma yang tidur di trotoar, jalan, dan emperan toko. Tetapi tak ada seorang pun yang tergerak hatinya untuk menolong mereka.
Akhirnya, ketika wabah flu menyerang Pakistan pada tahun 1950an, banyak dari mereka yang menjadi korban. Maka ia pun tergerak hatinya untuk menyelamatkan mereka. Uang yang ia dapatkan dari bekerja sebagai buruh pasar itu, ia gunakan sebagai modal awal untuk mendirikan sebuah klinik gratis bagi warga miskin.
Ia meminta sejumlah mahasiswa kedokteran untuk membantunya menjadi relawan menolong para korban serangan flu tersebut. Di antara mahasiwa/i yang membantunya itu bernama Bilquis yang kelak menjadi istrinya dan turut mengebangkan program-program kemanusiaan.
Untuk melancarkan program-program kemanusiaannya, Abdul Sattar Edhi, pada tahun 1951, mendirikan sebuah yayasan bernama Edhi Foundation. Yayasan ini murni non-profit dan didedikasikan untuk kemanusiaan membantu fakir-miskin, anak yatim-piatu, para penyandang cacat fisik dan mental, dlsb.
Dalam mengelola yayasan, ia tak pernah meminta bantuan politisi dan pemerintah. Semua murni darinya dan bantuan suka rela warga. Yayasan ia kendalikan sendiri bersama istri dan anak-anaknya. Kini, berkat ketulusan dan dedikasinya, Edhi Foundation tercatat sebagai yayasan/lembaga amal dan sukarelawan terbesar di Pakistan dan mungkin di dunia.
Tercatat yayasan ini mempunyai sekitar 1,800 minibus ambulance yang siap melayani warga miskin selama 24 jam gratis-tis. Tak peduli Muslim, Hindu, Kristen, dlsb, semua diangkut dengan ambulans-ambuansnya. Selama bertahun-tahun, selalu saja ada orang yang bertanya kepadanya: "Kenapa ambulans-ambulansmu dipakai untuk membawa orang-orang Kristen dan Hindu?" Ia pun selalu menjawab: "Karena ambulans-ambulans ini lebih Islami daripada kalian". Bukan hanya ambulans saja, yayasan ini juga telah menyelamatkan lebih dari 20,000 bayi balita yang ditinggal orang tuanya, lebih dari 50,000 anak yatim-piatu, serta mengtraining lebih dari 40,000 tenaga medis untuk menjadi relawan kemanusiaan.
Selain itu, Edhi Foundation juga memiliki sekitar 330 "pusat-pusat kesejahteraan" di desa dan kota yang bisa digunakan sebagai dapur, klinik, rumah rehabilitasi, tempat pengungsian, dlsb, semua gratis untuk fakir-miskin. Edhi Foundation bukan hanya menolong warga Pakistan saja tetapi juga warga di seantero jagat ini.
Karena jasa-jasanya yang luar biasa untuk kemanusiaan inilah, tokoh yang sangat sederhana ini telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Apa yang membuatnya begitu tergerak mendermakan hidupnya untuk kemanusiaan masih menjadi misteri. Tetapi dalam biografinya, ia menyebutkan pengalamannya merawat sang ibu yang terkena stroke selama 9 tahun saat ia masih anak-anak dan remaja telah membuatnya berpikir untuk menolong orang-orang tua, penyandang cacat, dan tidak mampu. Pengalaman dalam keluarganya itu ditambah pengalamannya sendiri melihat orang-orang miskin Pakistan yang tak terurus di jalan-jalan, telah membuatnya bertekad untuk mengabdikan diri bagi kemanusiaan. Pernah suatu saat ia berkata, "Banyak orang bertuhan, beragama, dan berpendidikan tetapi tidak berperikemanusiaan".
Hari ini, tepat setahun lalu, beliau wafat. Tak pelak, kepulangannya ke hadirat Tuhan ditangisi jutaan orang. Pemerintah Pakistan menyebutnya sebagai "figur legenda yang paling dihormati". PM Nawas Sharif menyebutnya sebagai "Pelayan kemanusiaan terbesar". The Huffington Post menyebutnya sebagai "tokoh humanis terbesar dunia". Mungkin karena jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemanusiaan, kematiannya pun diiringi dengan "upacara kenegaraan". Ia adalah satu-satunya warga biasa Pakistan yang wafatnya dihormati dengan upacara kenegaraan.
Semoga beliau damai di alam baka, dan semoga pula lahir Abdul Sattar Edhi, Abdul Sattar Edhi baru--dari agama manapun, dari etnis manapun--yang berjuang dan berdedikasi secara tulus untuk manusia dan kemanusiaan. Sutedjo Bin Salkas, [20.07.17 18:59]
Abdul Sattar Edhi: "Bunda Teresa Islam"
Jika umat Kristen mempunyai Bunda Teresa, maka umat Islam memiliki Abdul Sattar Edhi. Keduanya sama-sama bak malaikat berhati mulia. Keduanya sama-sama menjadi tokoh humanis sejati yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membantu umat manusia yang membutuhkan uluran tangan. Jiwa kemanusiaan kedua tokoh ini melampaui batas-batas etnis dan agama. Orang-orang memanggilnya sebagai "manusia miskin terkaya".
Lahir di India, kelak, pada tahun 1947, ia pindah ke Pakistan seiring pendirian negara baru ini sebagai pecahan India. Tidak jelas kapan ia dilahirkan. Tetapi banyak sumber menyebutnya antara 1926-1928. Karena tidak jelas kapan ia lahir itulah, maka seumur hidupnya ia tak pernah merayakan ulang tahun.
Pak Abdul Sattar Edhi terlahir dari keluarga sangat miskin. Tetapi itu tidak menghalanginya untuk berbuat baik dengan sesama. Awal karirnya setelah kepindahannya ke Karachi, Pakistan, ia bekerja sebagai seorang buruh pasar. Pada waktu ia bekerja di pasar itulah, ia menyaksikan banyak pengemis dan tuna wisma yang tidur di trotoar, jalan, dan emperan toko. Tetapi tak ada seorang pun yang tergerak hatinya untuk menolong mereka.
Akhirnya, ketika wabah flu menyerang Pakistan pada tahun 1950an, banyak dari mereka yang menjadi korban. Maka ia pun tergerak hatinya untuk menyelamatkan mereka. Uang yang ia dapatkan dari bekerja sebagai buruh pasar itu, ia gunakan sebagai modal awal untuk mendirikan sebuah klinik gratis bagi warga miskin.
Ia meminta sejumlah mahasiswa kedokteran untuk membantunya menjadi relawan menolong para korban serangan flu tersebut. Di antara mahasiwa/i yang membantunya itu bernama Bilquis yang kelak menjadi istrinya dan turut mengebangkan program-program kemanusiaan.
Untuk melancarkan program-program kemanusiaannya, Abdul Sattar Edhi, pada tahun 1951, mendirikan sebuah yayasan bernama Edhi Foundation. Yayasan ini murni non-profit dan didedikasikan untuk kemanusiaan membantu fakir-miskin, anak yatim-piatu, para penyandang cacat fisik dan mental, dlsb.
Dalam mengelola yayasan, ia tak pernah meminta bantuan politisi dan pemerintah. Semua murni darinya dan bantuan suka rela warga. Yayasan ia kendalikan sendiri bersama istri dan anak-anaknya. Kini, berkat ketulusan dan dedikasinya, Edhi Foundation tercatat sebagai yayasan/lembaga amal dan sukarelawan terbesar di Pakistan dan mungkin di dunia.
Tercatat yayasan ini mempunyai sekitar 1,800 minibus ambulance yang siap melayani warga miskin selama 24 jam gratis-tis. Tak peduli Muslim, Hindu, Kristen, dlsb, semua diangkut dengan ambulans-ambuansnya. Selama bertahun-tahun, selalu saja ada orang yang bertanya kepadanya: "Kenapa ambulans-ambulansmu dipakai untuk membawa orang-orang Kristen dan Hindu?" Ia pun selalu menjawab: "Karena ambulans-ambulans ini lebih Islami daripada kalian". Bukan hanya ambulans saja, yayasan ini juga telah menyelamatkan lebih dari 20,000 bayi balita yang ditinggal orang tuanya, lebih dari 50,000 anak yatim-piatu, serta mengtraining lebih dari 40,000 tenaga medis untuk menjadi relawan kemanusiaan.
Selain itu, Edhi Foundation juga memiliki sekitar 330 "pusat-pusat kesejahteraan" di desa dan kota yang bisa digunakan sebagai dapur, klinik, rumah rehabilitasi, tempat pengungsian, dlsb, semua gratis untuk fakir-miskin. Edhi Foundation bukan hanya menolong warga Pakistan saja tetapi juga warga di seantero jagat ini.
Karena jasa-jasanya yang luar biasa untuk kemanusiaan inilah, tokoh yang sangat sederhana ini telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dari dalam dan luar negeri.
Apa yang membuatnya begitu tergerak mendermakan hidupnya untuk kemanusiaan masih menjadi misteri. Tetapi dalam biografinya, ia menyebutkan pengalamannya merawat sang ibu yang terkena stroke selama 9 tahun saat ia masih anak-anak dan remaja telah membuatnya berpikir untuk menolong orang-orang tua, penyandang cacat, dan tidak mampu. Pengalaman dalam keluarganya itu ditambah pengalamannya sendiri melihat orang-orang miskin Pakistan yang tak terurus di jalan-jalan, telah membuatnya bertekad untuk mengabdikan diri bagi kemanusiaan. Pernah suatu saat ia berkata, "Banyak orang bertuhan, beragama, dan berpendidikan tetapi tidak berperikemanusiaan".
Hari ini, tepat setahun lalu, beliau wafat. Tak pelak, kepulangannya ke hadirat Tuhan ditangisi jutaan orang. Pemerintah Pakistan menyebutnya sebagai "figur legenda yang paling dihormati". PM Nawas Sharif menyebutnya sebagai "Pelayan kemanusiaan terbesar". The Huffington Post menyebutnya sebagai "tokoh humanis terbesar dunia". Mungkin karena jasa-jasanya yang luar biasa bagi kemanusiaan, kematiannya pun diiringi dengan "upacara kenegaraan". Ia adalah satu-satunya warga biasa Pakistan yang wafatnya dihormati dengan upacara kenegaraan.
Semoga beliau damai di alam baka, dan semoga pula lahir Abdul Sattar Edhi, Abdul Sattar Edhi baru--dari agama manapun, dari etnis manapun--yang berjuang dan berdedikasi secara tulus untuk manusia dan kemanusiaan. Sutedjo Bin Salkas, [20.07.17 18:59]













.jpg)

















